Setelah melewati perjalanan panjang di PembaTIK 2020 akhirnya sampai saya di level terakhir yaitu level 4. Dari beberapa peserta yang lulus di level dipilihlah 30 besar peserta terbaik masing-masing propinsi dan berhak mengikuti level 4 dan resmi menyandang gelar sahabat rumah belajar (SRB).
Sesuai dengan jenjangnya level 4 ini dinamakan level berbagi, kami pun dipersiapkan melalui coaching oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya masing-masing dan sebelumnya dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
Pada level berbagi ini, peserta dipersiapkan untuk dapat berbagi melalui berbagai cara yaitu berbagi lewat tulisan dengan membuat blog dan menulis di media sosial untuk menggaungkan portal rumah belajar, berbagi lewat vlog dengan membuat konten video mengenai inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan portal rumah belajar serta berbagi secara langsung baik secara tatap maya melalui video converence maupun melalui tatap maya yang tentu saja mematuhi protokol kesehatan mengingat pandemi covid 19 ini belum juga berakhir.
Dan saya pun memilih berbagi lewat tatap muka secara langsung mengingat daerah kami Kabupaten Ogan Komering Ilir masih tergolong daerah sedang dan memungkinkan untuk mengadakan tatap muka. Dalam melakukan kegiatan berbagi ini, saya berkolaborasi dengan sahabat saya Ulva Kasmarantina Anggraini, S.Pd, beliau merupakan rekan mengajar di SMA Negeri 1 Kayuagung. Selain Ibu Ulva kami pun menghubungi sahabat rumah belajar yang berasal dari kabupaten OKI juga yaitu Bapak Ibnu Anwar, S.Pd. Beliaua mengajar di SD Negeri 1 Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam yang jaraknya kurang lebih 30 km dari Kayuagung. Dan ternyata bapak satu ini asyik juga dan sangat oke banget diajak bekerja sama dalam sebuah tim. Yah.....akhirnya kamipun menjadi sebuah tim yang solid, bagi kami dapat berbagi dengan rekan-rekan pendidik yang ada di daerah kami menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri.
Kegiatan kami diawali dengan menghubungi rekan-rekan pendidik baik dari tingkat SD, SMP dan SMA ataupun SMK untuk memberitahukan adanya kegiatan sosialisasi yang akan kami lakukan. Selain itu kami juga gencar menulis kegiatan pembaTIK ini di media sosial yang kami ikuti dengan menyebar flyer kegiatan berbagi dan luar biasa efek media sosial ini membuat kami dikenal oleh teman-teman di media sosial sehingga beberapa rekan guru menghubungi dan mengundang kami di sekolah mereka.
Kemudian kami menghadap pihak yang terkait yaitu koordinator wilayah (korwil) di Teluk Gelam sehubungan meminta izin untuk melakukan kegiatan berbagi, dan bersyukurnya disambut hangat oleh Pak Mukhlis, S.Pd selaku korwil Teluk Gelam. Kamipun mengantongi izin dari beliau, dan kami pun menunggu jadwal pelaksanaannya.
Kemudian kami diundang oleh Kepala Sekolah Alam Kayuagung yang merupakan sekolah swasta berkonsep pendidikan alam menaungi pendidikan tingkat TK dan SD. Di Sekolah Alam ini merupakan sekolah pertama kami melakukan kegiatan sosialisasi pemanfaatan portal rumah belajar ini. Kegiatan kami lakukan pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2020, kamipun berbagi dalam tim masing-masing mengenalkan dan menyebarkan praktik baik dalam memanfaatkan fitur-fitur yang ada di portal Rumah Belajar, mulai dari sumber belajar, bank soal, laboratorium maya dan kelas maya. Antusias para guru di sekolah ini yang berjumlah 15 orang sangat luar biasa mungkin karena guru-gurunya masih muda dan memang keinginan untuk belajar sangat tinggi, sosialisasi pun berlanjut dengan pelatihan membuat media pembelajaran berupa video pembelajaran seperti yang ada di fitur rumah belajar. Dan memang pembelajaran jarak jauh ini merupakan tantangan tersendiri bagi anak-anak tingkat SD dan TK sehingga guru harus lebih kreatif dan mencari strategi dan media yang tepat untuk digunakan belajar dari rumah.
Kegiatan berbagi kedua Sabtu tanggal 10 Oktober 2020, kami diundang oleh PAUD Anggrek 1 desa Mulya Guna yang dihadiri oleh 13 orang guru PAUD yang ada di desa Mulya Guna. Di desa ini memiliki 6 lembaga PAUD karena memang populasi penduduk di desa ini sangat banyak. Dan yang membuat saya kagum di kegiatan ini dihadiri juga oleh wali murid yang ingin mengetahui bagaimana sih belajar jarak jauh agar beliau dapat mengimbangi dan mendampingi sang anak saat belajar dari rumah. Meskipun rekan-rekan guru PAUD ini berada di daerah namun kemampuan penguasaan IT mereka sudah bagus sehingga bagaimana kami mengajarkan praktik baik menggunakan rumah belajar dan membuat media pembelajaran sangat mudah diserap oleh mereka. Melihat wajah-wajah puas dar mereka membuat hati menjadi lebih semangat untuk berbagi.
Kegiatan ketiga kami lakukan di sekolah kami sendiri yaitu SMA Negeri 1 Kayuagung pada hari Senin dan Selasa tanggal 12 - 13 Oktober 2020. Kegiatan kami lakukan selama 2 hari dikarenakan di sekolah diberlakukan piket, sehingga memungkinkan untuk guru yang tidak hadir di hari pertama dapat mengikuti di hari kedua. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 28 orang. Pada pertemuan kali ini saya berkesempatan untuk mengenalkan bagaimana memanfaatkan fitur kelas maya dan laboratorium maya pada rekan-rekan guru.
Kemudian pada hari Kamis 15 Oktober kami mendapat kehormatan untuk dapat bergabung pada kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK di Era Pandemi Covid 19 bagi guru SMA/SMK sekabupaten Ogan Komering Ilir yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan UPTD Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (UPTD BTIKP). Kegiatan ini berlangsung di SMK Negeri 1 Kayuagung yang diikuti oleh 30 orang guru SMA dan SMK. Disini tim SRB dari kabupaten Ogan Komering Ilir bersama DRB tahun 2017 Pak Taufik S.Pd, mendapat kesempatan untuk mengenalkan penggunaan portal rumah belajar lengkap dengan keempat fitur utamanya dalam kegiatan pembelajaran berbasis TIK.
Kalau tadinya kami sudah berbagi dari tingkat PAUD, TK, SD, SMA/SMK kegiatan terakhir kami berbagi dengan guru SMP yang diselenggarakan di SMP Negeri 6 Kayuagung pada Jumat 16 Oktober dan diikuti oleh 13 orang guru dari beberapa guru SMP Kayuagung. Saya menyampaikan pemanfaatan fitur kelas maya dalam pembelajaran daring.
Selain dalam mensosialisasikan praktik baik dalam pemanfaatan fitur-fitur dalam rumah belajar kami juga memberikan tambahan pelatihan sesuai dengan permintaan peserta misalnya ada yang meminta pembuatan video pembelajaran dan mengedit video secara sederhana dengan menggunakan aplikasi Kinemaster juga ada yang minta diajarin bagaimana cara membuat google classroom atau google form, semua kami layani dan tentunya tidak melupakan tujuan utma kami adalah bagaimana menyampaikan praktik baik inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran menggunakan portal rumah belajar.
Sungguh setelah mengikuti program berbagi di level 4 ini memperkaya pengalaman saya juga menambah jejaring mulai dari tingkat PAUD sampai tingkat SMA/SMK. Melihat kesungguhan dan minat yang tinggi dari rekan-rekan pendidik untuk belajar dan belajar lagi mengupgrade diri menghadapi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini memaksa kita semua para pendidik untuk terus belajar mengikuti perkembangan TIK. Meski masa berbagi di level 4 pembaTIK ini berakhir tidak berarti berakhir pula kegiatan kami untuk terus berbagi karena setelah ini masih ada beberapa undangan dari rekan-rekan pendidik dari MGMP yang mengantri untuk kami datangi.
ahhhhh..... Berbagi itu memang indah dan membahagiakan, apalagi apa yang kita bagi itu sangat bermanfaat dan dapat diterapkan rekan-rekan pendidik dalam pembelajaran yang kini lebih banyak berbasis TIK di masa pandemi ini.
Terima kasih teman satu timku SRB OKI, para DRB Sumsel, para fasilitator dari Pusdatin, sahabat-sahabat rumah belajar level 4 baik dari Sumsel ataupun seluruh Indonesia, kalian memang luar biasa!
#PembaTIK2020
#pembatiklevel4
#guruberbagi
#MerdekaBelajar



















Pengalaman yang luar biasa.
BalasHapusTerima kasih Yuk Yulinda🙏
BalasHapusKeren bu Yuli.. 👍🏻
BalasHapus