Selasa, 20 Oktober 2020

Materi: KETENAGAKERJAAN

 Assalammualaikum wrwb

Perkenalkan nama saya Yulinda Sari, saya terlahir dari keluarga besar, saya anak ke sembilan dari 12 bersaudara.  Ayah saya seorang pekerja keras yang berjuang menghidupi untuk anak-anaknya yang seperti tim sepakbolan beserta wasitnya dengan mengais rezeki Allah sebagai seorang pedagang. Orang tua saya menginginkan semua anak-anaknya harus mendapatkan pendidikan tinggi karena menurut mereka dengan pendidikan dapat merubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Mereka bercita-cita anak-anaknya menjadi orang yang berhasil apapun bidang pekerjaan yang akan dilakoni. Bagi mereka berhasil bukan diukur menjadi seorang pegawai negeri, tapi berhasil menurut mereka adalah  bemanfaat bagi orang banyak, entah dengan ilmunya, hartanya, ataupun tenaganya. Semakin dewasa saya menyadari hebatnya orang tua saya dalam kesederhanaannya memahami tujuan Allah menciptakan manusia sebagai rahmatan lil alaamiin. Merekalah yang menjadi sosok idola dan panutan saya sejak kecil setelah rasulullah Muhammad SAW.

Dulu saat masih kecil saya bercita-cita yang kebanyakan anak kecil sebutkan yaitu ingin menjadi dokter. Namun cita-cita hanyalah sebuah cita-cita tanpa ada usaha yang keras seperti belajar dengan tekun, yang saya sadari betul tidak terlalu giat belajarnya. Saat memasuki SMA dan saya berhasil masuk ke sekolah pavorit di kotaku,  ayah pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Sempat terpikir oleh saya dan saudara-saudara untuk berhenti sekolah dan bekerja saja membantu ibu yang harus berjuang seorang diri. Namun ibu berkeras mewujudkan cita-cita ayah menyekolahkan anak-anaknya dengan mengambil alih peran ayah sebagai pedagang. Ibu juga dibantu saudara-saudara saya yang lebih tua telah menyelesaikan pendidikannya dan bekerja dalam membiayai pendidikan adik-adiknya. Karena terbawa perasaan ditinggal pergi ayah, saya pun mulai malas-malasan sekolah dan akibatnya berpengaruh terhadap nilai raport saya. Saat penjurusan di kelas 2 (kalau sekarang kelas XI) SMA saya masuk di jurusan IPS (di zaman saya penjurusan di kelas 2). Dan terkuburlah cita-cita menjadi dokter.

Saat itu menjadi titik balik kesadaran saya bahwa apa yang saya cita-citakan harus saya perjuangkan dari sekarang. Saya teringat pengorbanan almarhum ayah, ibu yang seorang janda untuk pendidikan saya, saya harus berjuang!!!. Berawal mengenali diri saya sendiri, apa sih kemampuan saya, saya suka bidang apa, apa yang bisa saya lakukan dan apa kesempatan yang terbuka untuk saya di masa depan.

Karena saya menyukai pelajaran matematika, meskipun saya terdampar di jurusan IPS membuat saya menyukai pelajaran Akuntansi yang pastinya mengandalkan kemampuan berhitung. Saya pun bercita-cita ingin bekerja di bidang keuangan, misalnya menjadi seorang pegawai bank, jadi akuntan di perusahaan besar atau di pemerintah, sukur-sukur bisa menjadi seorang pengusaha. Saat itu saya tidak pernah berpikir mau menjadi seorang designer baju, menjadi chef, menjadi make up artis atau pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tertentu yang didapat melalui pelatihan atau kebiasaan, padahal pekerjaan tersebut  menjanjikan lho.

Yang pasti saya tidak pernah mau menjadi kuli bangunan, kuli angkut pasar atau menjadi pembantu rumah tangga. Makanya saya bertekad harus sekolah yang tinggi.

Nah…. untuk mencapai cita-cita saya pun mulai dengan belajar dengan tekun, dan meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA dengan baik, saya pun melanjutkan ke perguruan tinggi seperti jejak kakak-kakak saya, yang pastinya saya memilih universitas negeri dengan perhitungan biayanya pasti lebih murah daripada di swasta. Saya memilih Universitas Sriwijaya Fakultas Keguruan dan Pendidikan jurusan pendidikan ekonomi akuntansi  sesuai dengan minat saya di pelajaran tersebut. Saya pun berusaha menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi ini dengan baik, dan memperoleh beasiswa yang pastinya membantu biaya pendidikan saya. Profesi guru menjadi pilihan agar kelak mempunyai manfaat bagi orang banyak terutama siswa saya dan ini sesuai dengan keinginan kedua orang tua saya.

Saat wisuda saya tidak dapat menahan haru saat menyerahkan ijasah saya kepada ibu dan memberikan kebanggaan padanya bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Namun perjuangan belum selesai guys, saya harus mulai mencari pekerjaan. Saya mendapat tawaran untuk menggantikan teman kuliah sebagai guru honor di salah satu SMA di kotaku, karena temanku ingin fokus meneyelesaikan skripsinya karena kebetulan saya terlebih dulu tamat jadi saya terima dulu, karena kupikir ini adalah kesempatan yang tak boleh dilewatkan meskipun honornya tidak seberapa setidaknya karena statusnya, namun saya bisa belajar dan latihan bagaimana mengajar yah anggap saja magang.

Tidak lama saya mendengar ada lowongan untuk menjadi seorang surveyor kerjasama antara Universitas Gajah Mada Jogjakarta dan sebuah lembaga penelitian Amerika yang bernama Research and Development (RAND). Saya mencoba masukkan lamaran dan mengikuti serangkaian tes dan wawancara, Alhamdulillah dari beberapa pelamar saya terpilih menjadi tim Indonesia Family Live Survey (IFLS) atau Survei Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (SAKERTI) yang ditugaskan di Sumatera Selatan.

Setelah itu kami diwajibkan untuk mengikuti pelatihan selama 2 bulan di sebuah hotel berbintang 5 di kota Solo Jawa Tengah. Inilah pengalaman pertama saya keluar kota Palembang dalam jangka waktu lama dan tinggal di hotel berbintang selama 2 bulan dan bagi saya wow bingits. Selesai pelatihan kami dikontrak selama 1 tahun untuk mulai pekerjaan mensurvei responden di seluruh pelosok Sumatera Selatan. Selain mendapat honor yang lumayan banget karena sesuai standard Amerika, saya juga mendapat pengalaman luar biasa selama keliling Sumatera Selatan. Namun karena pekerjaan sebatas kontrak, setelah itu saya menganggur lagi.

Selanjutnya saya kembali memasukkan lamaran di salah satu perusahaan Jepang di daerah industry Jawa Barat tepatnya Bekasi, dan mengikuti berbagai tes dan wawancara oleh direkturnya orang Jepang, walau dengan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas akhirnya saya diterima. Karena perusahaan tersebut bergerak di bidang memproduksi elektronik dan saya ditempatkan dibagian gudang sebagai Leader dan membawahi beberapa anak buah, saya harus belajar lebih keras lagi untuk memahami apa pekerjaan saya yang tidak pernah sama sekali saya pelajari sebelumnya di bangku sekolah, dari mulai material pabrik sampai memanage bawahan saya. Ketika saya mulai terbiasa dan menguasai pekerjaan saya, saya mendapat berita ibu saya sakit dan saya memutuskan untuk pulang ke Palembang dan merawat ibu saya, toh kapan lagi saya mengabdi kepada orang tua saya, meski bukan dengan harta setidaknya saya masih punya kesempatan dekat dengan beliau.

Selain merawat ibu saya, saya kembali menjadi guru honor di beberapa SMA di kota saya, juga menjadi guru privat anak tetangga saya yang tidak ada ikatan apapun. Kemudian ada program guru kontrak dari pemerintah saya ambil kesempatan tersebut. Dan usaha tidak akan pernah menghianati hasil ditambah lagi doa dari ibu saya, sampai akhirnya saya pun diangkat menjadi guru Pegawai Negeri Sipil di sekolah tersebut. Sayangnya saat saya diangkat menjadi PNS tersebut, ibu saya telah pergi untuk selama-lamanya.

Setelah mendapatkan pekerjaan yang tetap saya tetap memaksa diri saya belajar dan belajar lagi, baik secara formal maupun informal saya melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 jurusan Teknologi Pendidikan di universitas sama saat Strata 1 dan Alahmdulillah saya mendapatkan beasiswa dari dinas pendidikan. Selain itu saya selalu mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan profesi saya yaitu sebagai guru.

Saya teringat pesan orang tua saya selalu ada rezeki untuk pendidikan jika kamu mau dan sebaik-baiknya pekerjaan adalah bermanfaat bagi orang banyak. Keberhasilan tidak selalu karena IQ yang tinggi namun lebih banyak dipengaruhi oleh ketekunan, semangat juang, dan tentunya doa kepada Yang Maha Kuasa Allah SWT. Terus meng-upgrade diri baik kemampuan intelektual, emosi dan yang terpenting spiritual.

Wassalammualaikum wrwb

Note:

Tulisan ini adalah latihan saya menulis dan juga sebagai bahan materi siswa saya di kelas XI SMA dalam KETENAGAKERJAAN, pada pertemuan pertama siswa membaca cerita tersebut kemudian diminta untuk memahami dan menuliskan pokok materi yang berkaitan dengan:

  1. Pengertian Tenaga kerja, Angkatan kerja, Usia Kerja dan kesempatan kerja.
  2. Apa saja jenis-jenis tenaga kerja menurut kualitas dan statusnya
  3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesempatan kerja
  4. Sistem upah

Saya berharap dapat memotivasi peserta didik saya melalui tulisan tentang pengalaman hidup saya yang tidak seberapa, untuk berjuang meraih cita-cita dan harapannya di masa depan, dengan menugaskan setiap siswa membuat tulisan mengenai dirinya sendiri, apa cita-citanya, hobi dan bakat, serta langkah-langkah apa yang harus mereka lakukan untuk meraih cita-citanya tersebut di pertemuan kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GURU NGEVLOG

 Banyak ilmu dan pengetahuan juga keterampilan yang diperoleh dalam pembaTIK 2020 ini. Meski pelatihannya dilakukan secara daring, akhirnya ...