Bagi sebagian orang, pandemi virus corona yang meminta kita banyak berdiam diri di rumah membawa berkah tersembunyi, alias blessing in disguise. Mereka yang tadinya hanyut dalam hiruk pikuk keseharian, memiliki waktu luang disela mengerjakan pekerjaan dari rumah. Beragam pilihan yang dilakukan orang, ada yang mengembangkan hobi seperti yang lagi tren saat ini berkebun atau bercocok tanam mulai dari menanam bunga, sayuran, buah-buahan.Ada juga yang mengembangkan kemampuan memanjakan lidah dan perut anggota rumahnya dengan mengasah kemampuan memasak baik mengikuti kursus langsung ataupun lewat daring karena banyak sekali tutorial yang ada di internet , tinggal ketik apa yang kita mau dan klik langsung deh muncul (syaratnya ada quota donk

)
Ada juga yang mulai budi daya ikan dalam ember (budikdamber)
Dan semua hobi tersebut dapat menjadi peluang bisnis dari rumah lho jika dilakoni dengan tekun.
Menyadari perubahan gaya belajar saat ini yang lebih banyak berhubungan dengan Teknologi dan Informatika, aku pun mencoba mencari informasi bagaimana sih pembelajaran berbasis TIK dan jari jemari ini tak sengaja mengklik SIMPATIK dan PEMBATIK dari kemdikbud.go.id. Jujur aku sendiri tidak mengerti dengan program ini.
Setelah dipelajari SIMPATIK itu merupakan singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Pelatihan Berbasis TIK) dan PEMBATIK singkatan dari Pembelajaran berbasisi TIK merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling) (yahhhhh.....kirain tadi motif batik yang ada di kain atau daster

).
Iseng-iseng daftar ajalah siapa tahu ada pertemuan tatap muka dan bisa ngebolang pelatihan di luar kota (ngarep). Di PEMBATIK ini ada 4 level yaitu:
Bimtek daring level 1 (Literasi TIK), aku mendapat kesempatan di gelombang 8 dengan peserta sebanyak 2.000 orang dari seluruh Indonesia mulai dari 27 April sampai 6 Mei 2020, disini kita belajar mulai dari awal yaitu:Pengenalan Perangkat TIK Dasar,Internet untuk pembelajaran,Internet sehat, bijak dan aman Aplikasi untuk pembelajaran
Nah untuk naik level ada ujiannya juga tanggal 7-8 Mei, cuma karena merasa iseng tanpa persiapan, aku ujiannya ngasal sambil masak untuk berbuka (lagi bulan puasa) jadi ga konsen deh. Alhasil aku ga lulus. Jadi pembelajaran diri kalau ingin berhasil harus persiapan dan kudu serius guys. Yah wes lah kupikir lewat deh pelatihan ini.
Tiba-tiba aku dihubungi sohibku Ulva Kasmarantina Anggraini memberitahukan ada program remedialnya tanggal 20-30 Mei, dia terus mendorong ikut lagi dan harus berhasil. Akhirnya aku pun mendaftar di program remedial di gelombang 1dan ternyata banyak juga peserta yang remedial 2.000 orang di setiap gelombang. Alhamdulillah remedial level 1 terlewati dengan baik dan lanjut ke level 2.
Bimtek level 2 (Implementasi TIK) aku mendaftar di gelombang 17 pada tanggal 5 Juni sampai 5 Juli 2020 dengan 845 peserta.
Materi pelatihan kali ini sudah mulai agak berat yaitu: Penerapan Pembelajaran Abad 21 Memanfaatkan Rumah Belajar, Penerapan pembelajaran menggunakan fitur-fitur rumah belajar, Penerapan pembelajaran menggunakan media TV Edukasi, radio suara edukasi, dan m –edukasi, Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Belajar
Selain harus mengikuti ujian akhirnya, peserta diwajibkan membuat video pembelajaran mengenai model-model pembelajaran yang digunakan secara daring dan inilah awalnya aku membuka akun di chanel youtube karena tugasnya harus diunggah disitu dan dirimkan tautannya sebagai tugas level 2. Beruntungnya mempunyai teman-teman yang selalu mensupport, proses pengambilan video, dan proses editing aku dibantu anak-anak didik yang hebat di SMAN 1 Kayuagung. Lagi-lagi keberuntungan di pihakku dan tentu saja karunia Allah, level 2 terlampaui dengan baik. Dan lanjut mendaftar di level 3.
Bimtek daring level 3 (Kreasi TIK), aku mendaftar di gelombang 15 yang berlangsung dari tanggal 21 Juli sampai 20 agustus 2020. Pada pelatihan level ini mempelajari tentang:
Media Pembelajaran Berteknologi Digital, Pembuatan Media Video Pembelajaran, Pembuatan multimedia/multimedia interaktif, Inovasi Pembelajaran yang Mengintegrasikan TIK.
Di level ini tantangannya semakin berat, karena peserta dituntut untuk dapat membuat video pembelajaran atau media pembelajaran interaktif (MPI) sebagai tugas akhirnya, selain itu ada forum diskusi melalui zoom dan menulis essay tentang isi modul. (Oh ya setiap level ada 4 modul yang harus dipelajari).
Untuk tugasnya aku bingung mau buat apa, apakah video pembelajaran ataukah MPI. Dengan modal nekat karena minim pengetahuan jadi belajar dulu membuat desain video dulu, take video kemudian belajar mengedit video. Dikenalin dengan aplikasi Kinemaster dan Camtasia. Aku ambil kinemaster, jadilah mengerti tiga bentuk edit atau penyambungan gambar yaitu : Cut, Mix, dan Fade.
Namun setelah melihat hasil akhirnya, aku ngga percaya diri, jadi aku putar haluan membuat Media pembelajaran interaktif (MPI) saja. Articulate Storyline, Lectora, Ispring dan Exe Learning merupakan contoh authoring tools yang dapat digunakan dalam membuat MPI. Dan akhirnya aku memilih Articulate Storyline (AS3) karena memiliki kemudahan dalam penggunaanya dan output yang dihasilkan dapat dipublish dalam format berbagai format termasuk HTML5, dan ini sesuai yang diajarkan modul 11. Karena masih awam dan belum pernah sama sekali mengenal AS3 rasanya sulit sekali, namun sering mengikuti diskusi dan petunjuk dari rekan-rekan peserta di grup telegram level 3 gelombang 15 yang memang luar biasa semangat belajarnya dan itu menjadi infus positif bagi diriku untuk bisa menyelesaikan tugas ini. Saling support, saling berbagi informasi dan saling mengajari dengan peserta seluruh Indonesia dan juga arahan dari fasilitator (Duta Rumah Belajar), kadang saling bercanda, saling memperkenalkan kuliner daerah masing-masing, meski semua kami lakukan lewat telegram, tidak mengurangi keakraban sesama peserta.
Dari 733 peserta di gelombang 15 level ini hanya 417 orang yang lulus, dan lagi-lagi Alhamdulillah keberuntungan masih di pihakku aku pun lulus meski tanpa ditunjukkan nilai akhirnya. Hal ini penting sekali karena untuk lanjut ke level selanjutnya hanya dipilh 30 orang peserta dengan nilai terbaik. Hmmm….. jadi deg-degan kepilih ngga yaaaa…. karena selain pengen lanjut juga ngarep siapa tahu ada tatap muka di ibukota sana (jiwa ngebolang meronta-ronta hihihi…)
Dan Qadarullah…. diriku terpilih dalam 30 besar propinsi Sumatera Selatan bersama rekanku Ulva Kasmarantina Anggraini dan melaju di level terakhir dan statuspun berubah menjadi Sahabat Rumah Belajar (SRB).
Tetap bersyukur meski pada level ini tiada tatap muka karena perkembangan virus kembali meningkat dan kembali belajar secara online kembali.
Hanya karena curahan kasih sayang Allah yang memberikan kesempatan pada diri yang awam ini untuk terus belajar dan belajar lagi. Tiada target apa-apa mengikuti ini hanya niatan untuk belajar kembali, mengupgrade diri mengikuti perkembangan zaman dengan tuntutan penguasaan TIK yang semakin berkembang, serta di level ini mendapatkan kesempatan berbagi ilmu dengan sesama reka pendidik.
Oke, Yuks Belajar lagi……..
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
#PusdatinKemendikbud
#PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK